Kesehatan Vs Kesakitan

Sabtu, 05 November 2011

Kesehatan tidak = kesakitan, tetapi Kesehatan hampir = kesakitan

Pada pelaksanaannya, upaya kesehatan lebih cenderung bermotif sebagai upaya2 kuratif. Memang dalam YanKes peningkatan derajat kesehatan dilakukan secara terpadu, namun kalau mengacu kepada konsep kesehatan yang kita anut yaitu konsep ber-paradigma sehat, seharusnya yang lebih menonjol adalah upaya promotif dan preventif, yang tentunya tidak mengabaikan upaya kuratif maupun rehabilitatif.

Apakah ada yang salah dengan konsep???? 

Menurut saya, mayoritas masyarakat (pembaca), sepakat dengan peribahasa lama "lebih bae mencegah dari pada mengobati" atw lebih bae sehat  dan tetap sehat dari pada sakit baru sehat.......  ini artinya bahwa konsepnya dah jelas berpihak pada kepentingan masyarakat.

lalu, apa gerangan yang terjadi...
Apakah adanya pertarungan dingin antara Profesi kesehatan ??? ataukah 
keberpihakan kaum penguasa yang melahirkan kebijakan yang menyesatkan cara pandang masyarakat ?????


Antara,  5  Nov 2011 





Catatan Hari KemariN

Rabu, 12 Oktober 2011

Ini kisah tentang perjalanan hidup, begitu bayak proses yang terabaikan didalamnya. Satu kenginanku dalam setiap kompetisi hidup yang kulakoni  kunginkan kemenangan. Tanpa sadar aku telah dikalahkan oleh ego kemenangan itu. Presepsi “Kemenangan itu bukan hasil akhir yang mutlak, tetapi proses yang secara seksama yang harus kita pahami”. Pengalaman merupakan salah satu guru yang mengajak seseorang untuk melakoninya, dia akan menjadi Power Full  ketika proses-2 dalam pengalaman itu terpahami.

Perlahan  lembaran hidupku yang kemarin kubuka kembali, banyak hal yang aku temui, kecerahan, kekelam, dst  hingga muncul pertanyaan dalam diri “benarkah hidup yang kulakoni bermakana…?????”

Para kaum hedonis memberikan makna hidup sebatas pencapaian nikmat fisik, sementara Banyak kaum agamais “fanatisme” memaknai hidup sebagai persinggahan, nikmat fisik bukan tujuan akhir, bahkan beberapa isme melakoni hidup dengan terbebani oleh bayang-banyang kehidupan kelak dan mengabaikan aspek-aspek duniawi.

Pantaskah hidup yang kulakoni terhadap Tuhanku, negaraku, kampungku, bahkan tuk diri sendiripun saya tak yakin.

Ini tekatku, catatan hari kemarin akan menjadi inspirasi catatan hari esok dan kan kutegakkan menjadi realitaas yang kan menjawab semua kemaknaan Hidup itu.
       
Antara 7 Okt 11